Rabu, 25 November 2009

air mata darah

air mata menjadi darah saat hati mulai terkoyak
tercabik, tersayat dalam bentuk luka yang menganga
jari mengais tanah tanda tak kuat menahan sakit
meneriakkan sejumlah kata keji yang memilukan hati
tangisan abadi yang akan menjadi darah beku

saat duka menaungi malam
aku sendiri, berdiri menghadapi dunia
aku berteriak lantang melawan alam
aku berdiri tegak menghadap langit
namun tak lama aku jatuh,
terduduk, diam
menangis sesenggukan bagai seorang pecundang
meraung-raung seperti anak yang kehilangan ibunya
berteriak-teriak dan mengeluh betapa tidak adilnya dunia
bahkan saat air mata sudah membeku aku terus menangis sepanjang malam
menangisi apa yang tidak perlu ditangisi
lalu aku terjatuh lebih dalam
semakin dalam
teronggok rapuh
terpuruk
retak dan hancur

aku tertegun dalam keheningan malam dan raungan piluku
berdiri di antara dua pilihan antara duniaku dan dunianya
berdiri
diam
kaku
dan mati..

...

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda